aku melukis cerita dengan rasa, agar aku tidak lupa bagaimana menikmati jatuh cinta.
terima kasih
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
saya perlu mengucapkan banyak terima kasih pada orang-orang yang dengan senang hati merekomendasikan, baik secara langsung maupun tidak, apa yang bisa disebut teman hidup.
kita butuh satu teman yang tiap kali nongkrong gemar menanyai kabar, "bagaimana kabar kamu dengan doi?" dan hanya dapat kita balas, "begitu-begitu saja", lalu teman kita dengan mudah menertawakan. padahal baik kita dan teman kita itu memiliki satu pengalaman yang serupa. "lho, kan kamu juga begitu-begitu saja," "tapi kan aku berusaha.. ya, walaupun aku saja, dia tidak," kami pun tertawa, bahagia.
Terlalu lama mengisolasi diri membuatku berubah. Perubahan ini mengingatkanku pada karakter Ymir saat disuntik jadi titan dalam anime Attack on Titan. Hidup menjadi tanpa arah dan satu-satunya hal yang bisa dilakukan hanya mengubur diri rapat-rapat. Aku tinggal menunggu manusia dengan kekuatan titan untukku makan. Sayangnya, aku tidak suka makan manusia. Terlalu lama mengisolasi diri juga membuat tulisanku jadi aneh. Lihat saja paragraf pertama. Aku sampai berpikir beberapa kali untuk mengawali tulisan ini agar tidak sedih-sedih amat. Tapi, eh, sebentar. Kayaknya kok malah menyeramkan, ya? Ngomong-ngomong, terakhir kali aku menulis perasaanku sedang kalut. Dan itu membuatku memutuskan berhenti menulis. Aku tidak ingin membuat pembacaku (asik, pem-ba-ca-ku, lho~) jadi turut sedih setelah membaca tulisanku. Meski begitu kali ini aku ingin mencoba membuat tulisan yang menyenangkan, walaupun perasaanku masih belum berubah. Semoga berhasil. Semoga. Doakan. Mari kita mulai dengan kalimat ses...
mengurangi intensitas bermedia; menghapus instagram lebih dari dua bulan yang lalu ( dengan tidak sengaja ), dan membuka twitter hanya melalui laptop. tak memiliki instagram rupanya menimbulkan kerepotan bagi teman-teman saya ketika membuat story, " akunmu apa namanya, kok nggak ada? aku ingin menandai kamu. " dan hanya bisa saya jawab, " akunku terhapus, tulis saja namaku secara biasa ." tanpa instagram ternyata membuat hidup terasa lebih santai. tak perlu risau melihat teman-teman sedang berada di tangga kesuksesan mana, tak perlu iri melihat teman dapat liburan sementara saya hanya bisa liburan di gawai. twitter pun demikian. saya merasa arus informasi yang tersebar di sana terlalu deras. saya perlu mengambil sedikit jeda agar bisa bernapas sejenak. twitter membuat saya kerajinan bermain, dan sulit menghentikan kalau belum terasa pusing di kepala.
Comments
Post a Comment